
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto usai menjadi narasumber talkshow di UGM, Rabu (19/11/2025).(KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)
JAKARTA, KOMPAS.com – Fundamental ekonomi semakin solid di penghujung tahun ini sehingga Indonesia siap menggapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan penguatan yang menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tahun depan.
Dari sisi konsumsi terjadi peningkatan. Hal ini terlihat dari Mandiri Spending Index (MSI) tercatat naik ke level 312 pada November, melewati ambang batas indeks sebesar 300.
Di sektor investasi, realisasi sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai Rp 1.434 triliun, tumbuh 13,7 persen secara tahunan (yoy).
“Dan tentunya ke depan peran investasi Danantara akan mulai terasa,” ujarnya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 di Gedung BI, Jakarta (28/11/2025).
Belanja pemerintah juga menunjukkan percepatan sehingga dapat memperkuat permintaan domestik dan menjaga momentum pertumbuhan.
Hingga 24 November 2025, belanja Kementerian/Lembaga telah mencapai Rp 1.109 triliun, sedangkan realisasi Program Prioritas Presiden sebesar Rp 213 triliun.
Dari sisi moneter, Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan 125 basis poin sepanjang 2025 ke level 4,75 persen sehingga kredit usaha dan konsumsi masyarakat meningkat.
“(Penurunan BI Rate) ini mendorong kredit usaha dan belanja,” kata airlangga
Stabilitas harga juga terjaga yang tercermin pada inflasi Oktober 2025 tercatat 2,86 persen (yoy), berada dalam kisaran target nasional.
Airlangga menyebut keberhasilan pengendalian inflasi tidak lepas dari sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor riil, serta koordinasi pemerintah daerah.
Dengan capaian tersebut, Airlangga menyatakan sebagian besar risiko pertumbuhan tahun depan telah terserap pada 2025.
Sehingga 2026 akan menjadi tahun dengan lebih banyak upside risk. Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen dalam APBN 2026 dan Airlangga optimistis akan tercapai.
“Dengan indikator-indikator tersebut, hampir seluruh resiko pertumbuhan di tahun 2026 sudah dikelola dan diserap di tahun ini. Jadi, Pak Presiden, resiko yang akan muncul seluruhnya sudah price-in, sudah masuk di dalam tingkat suku bunga dan harga-harga termasuk rupiah di tahun ini. Sehingga untuk tahun 2026 yang kita lihat adalah upside risk, Pak Presiden. Dengan baseline di 5,4 persen sesuai dengan APBN. Jadi kita berharap dan optimis tahun depan akan lebih baik dari tahun ini,” tuturnya.
S
Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6

